Welcome

SELAMAT DATANG

Jumat, 01 Juni 2012

Danger Ranger - With You



 

Tonight I think about you girl

And I wake and I wake up in the middle of the night

You appear in my dream

And it feels so real

When I’m holding on your arms, oh

I’ll never let you go

I’m trying to fix this feeling

Till the end of my day

And I know that you’ll never know

That I’m here on your side

That I’m here being your guide


How could you got me crazy

Girl, how could you let me into your heart, ohh

And just let it go

Go on and let it go

I wish I could be honest when I’m there with you

I wish I started my life with you

Please just make it true

I’ll never let anyone make you sad

Though you, you thought me bad

And let me regret of you

You thought me bad and let me regret of you…


With you

Together we can make it true

With you

We got to believe though we’ll never know

With you…


I’ll pick you up

And take you all the night

Try to be your guard

Who makes you feel alright

Try to be your guard

Who makes you feel alright..

Rabu, 30 Mei 2012

Lirik Lagu Kehilangan - Rocket Rockers

Cobalah mengerti keadaan ini, relakan aku pergi
waktu tak terasa lahirkan cerita, kita kan bersua ooo ooo
simpan rasa takut akan kehilangan, besarkan hatimu
waktu tak terasa, kau kan terbiasa tanpaku di sini

Dan ketika foto itu pun memudar
tak senada dengan janji yang terucap
kembalilah kita susun lagi semua dan ku berharap

Luapkan saja semua kenangan indah
antara kita berdua bersama selamanya
jangan tangisi kepergianku ini
ku akan kembali saatnya di sini

Simpan rasa takut akan kehilangan
besarkan hatimu tanpaku di sini

Dan ketika foto itu pun memudar
tak senada dengan janji yang terucap
kembalilah kita susun lagi semua dan ku berharap

Luapkan saja semua kenangan indah
antara kita berdua bersama selamanya
jangan tangisi kepergianku ini
ku akan kembali saatnya di sini


Luapkan saja semua kenangan indah
antara kita berdua bersama selamanya
jangan tangisi kepergianku ini
ku akan kembali saatnya di sini

Luapkan saja (luapkan saja)
semua kenangan indah (semua kenangan indah)
jangan tangisi kepergianku ini wooooo

Lirik Lagu Rocket Rockers – Hitam Putih Dunia

menunggu mentari kan tiba,

izinkan ku berkata

selamat datang pintu masa depan

terangi mimpi yg tak hilang,

mendung sejak tadi malam

asa menjelang masa lalu terbang

menunggu mentari kan tiba,

izinkan ku berkata

selamat datang pintu masa depan

terangi mimpi yg tak hilang,

mendung sejak tadi malam

asa menjelang masa lalu terbang

hilang… tak peduli, tanpamu disini sendiri

buta…tanpa arah tujuan

Reff :

oh tidak.. apa yang sedang terjadi ?

malam ini kau pun meninggalkanku

tapi tak masalah denganku..

ku kan bertahan terus jalani hidup

mengapa sepi tak pernah kurasakan

sebelumnya menjalani sendiri

ku kan berdiri tegar disana…

that’s ok.. i’m alright

hitam putih dunia akan tetap terasa,

walau tanpamu disini

takkan begitu berarti…

it’s ok everything is gonna be fine,

i’m alright when you’re not by my side

it’s ok everything is gonna be fine,

i’m alright..

Reff :

oh tidak.. apa yang sedang terjadi ?

malam ini kau pun meninggalkanku

tapi tak masalah denganku..

ku kan bertahan terus jalani hidup

mengapa sepi tak pernah kurasakan

sebelumnya menjalani sendiri

ku kan berdiri tegar disana…

that’s ok..

sadarkanku sebelum terbit mentari 4x

dan sadarkanku.. dan sadarkanku..

Reff :

oh tidak.. apa yang sedang terjadi ?

malam ini kau pun meninggalkanku

tapi tak masalah denganku..

ku kan bertahan terus jalani hidup

mengapa sepi tak pernah kurasakan

sebelumnya menjalani sendiri

ku akan berdiri tegar disana…

oh tidak.. apa yang sedang terjadi ?

malam ini kau pun meninggalkanku

tapi tak masalah denganku..

ku kan bertahan terus jalani hidup

mengapa sepi tak pernah kurasakan

sebelumnya menjalani sendiri

ku akan berdiri tegar disana…

nananananana.. nananananana..

nananananana.. ooo.. it’s ok

i’m allright

Ronald “Pee Wee” Gaskins adalah salah seorang pembunuh tersadis dalam sejarah. Lebih dari 100 kasus pembunuhan dilakukan olehnya. Dengan mengambil nama Pee Wee Gaskins, sebuah band asal Jakarta mencoba mencari arti filosofis dari nama band tersebut. Pee Wee, yang berarti kecil, tapi bisa mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Dan band yang merasa kecil ini berharap menjadi besar, tapi tentu bukan dengan membunuh.

Inilah mereka, Pee Wee Gaskins! Band yang dimotori Dochi (gitar&vokal), Sansan (gitar&vokal), Omo (synthesizer), Aldy (drum), Eye (bass). Konon, di kalangan ABG SMP atau SM,A band ini jadi menu wajib dalam pensi. Kedua, mereka menempati posisi 2 untuk Top Indie Artists di MySpace. Ini pasti band keren. Pembuktian ini ditunjukan Pee Wee Gaskins via The Sophomore, album kedua mereka. Tengok langsung lagu andalan di track no 2 yang berjudul Welcoming The Sophomore. Nuansa remaja terasa kental di lagu berbahasa Inggris ini, teriakan ala cheerleader bersahut-sahutan dengan beat penuh semangat dan bunyi-bunyian synthesizer. Vokal bersahutan dan saling mengisi jadi warna khas Pee Wee Gaskins. Part gitar yang padat dan penggunaan synthesizer yang catchy menjadi ramuan yang sangat segar.

“We try to make some killer music” Dochi, Pee Wee Gaskins Dengan total 13 track, terdiri dari sebuah intro, 8 lagu berbahasa Inggris, 4 lagu berbahasa Indonesia, Anda juga bisa menemukan sedikit part akustik dari lagu Di Balik Hari Esok yang disembunyikan oleh mereka. Lalu mereka memasukkan beberapa sound yang tidak ada di album sebelumnya, seperti gang vocals dan loop-loop yang lebih terasa, dibalut dengan sound gitar yang lebih berat dari sebelumnya.
Mendengarkan Pee Wee Gaskins serasa mendengar daur ulang musik Simple Plan, Good Charlotte, atau band pop punk yang sejenisnya, kecuali satu hal: adanya unsur synthetizer yang kental, dan karakter vokal utama serta vokal latar dengan harmoni suara dua-tiga yang khas hanya dimiliki band-band emo seperti My Chemical Romance, atau model kombinasi satu-dua Tom DeLonge dan Mark Hoppus dari Blink-182.
Synthetizer bolehlah jadi satu keunikan mereka, meski secara garis besar musik mereka adalah layaknya musik arus utama pop punk. Endank Soekamti atau Superman is Dead malah memiliki karakter yang lebih kuat menurut saya, meski suara vokalis kedua band itu kalah jauh dari Pee Wee

Rocket Rockers Kembali Dengan Album Tons Of Friends

Semangat kebersamaan dan ajakan hidup positif, cerita tentang reuni, serta semangat nasionalisme, band pop punk asal Bandung, Rocket Rockers kembali dengan album baru yang menyoal tentang pentingnya kebersamaan.
Jakarta- Kuintet pop punk asal Bandung, Rocket Rockers kembali ke blantika musik tanah air dengan album terbarunya yang bertajuk Tons Of Friends yang dirilis oleh Seven Music. Ini adalah album keempat mereka dalam 12 tahun eksistensi mereka di dunia musik. Selama karirnya, band yang digawangi oleh Aska [vokal,gitar], Al a.k.a. Ucay [vokal/snyth], Bisma [bass], Lowp [gitar] dan Ozom [dram] ini telah kenyang malang melintang di dunia musik dengan musik yang mereka usung. Debut album mereka, Soundtrack For Your Life yang menuai penjualan sebesar dengan 15.000 keping telah dianggap sebagai terobosan bagi kancah musik punk rock di tanah air saat itu, nama mereka langsung mencuat di kalangan panggung-panggung SMA dan dinobatkan sebagai \’The Next Big Thing\’ .
Selama karir mereka, banyak pengalaman yang telah mereka dapat, banyak hal yang telah mereka lihat dan rasakan, dan sebagian besar mereka tuangkan dalam lagu-lagu di album ini. Mulai lagu tentang ajakan untuk setiap umat manusia, apapun kelas, ras, agama dan latar belakangnya, untuk menjunjung tinggi persamaan hak dan hidup positif dalam “Get Ready”, cerita tentang pertemuan kembali dengan sahabat dalam “Reuni”, yang kebetulan dipilih sebagai hit single mereka. Ada juga tentang masa depan dan kenyataan hidup di “Hitam Putih Dunia”, dan cerita tentang semangat nasionalisme di “Lagu Kita Bersama”, salah satu hal aktual yang sering kita temui akhir-akhir ini, terutama jika itu menyinggung tentang prestasi anak bangsa di dunia internasional dalam segala bidang, terutama olahraga. Juga cerita-cerita lain yang tertuang dalam 7 lagu di album ini.
Bicara tentang musik, Tons Of Friends menyajikan beberapa perbedaan dengan album-album mereka sebelumnya. Di album ini, vokalis Al a.k.a Ucay berbagi mic dengan Aksa, sang gitaris. Berdua mereka bertindak sebagai juru vokal dari masing-masing lagu yang mereka buat. Malah, di album ini, Aska lah yang lebih dominan dalam menulis lagu. Ucay, di lain pihak makin mengeksplorasi bebunyian synthisizer-nya menjadi lebih dominan. Pemakaian instrumen synthisizer memang jadi ciri khas band ini sejak lagu “Pesta” di album Ras Bebas yang dirilis tahun 2004. Tons of Friends juga menyajikan tensi musik band ini yang makin simpel dengan harapan lirik mereka bisa lebih disimak oleh pendengar musik secara luas. Mereka menyajikan kemasan musik yang selalu segar dan berusaha menyentuh tiap kalangan, khususnya anak muda, terlepas musik mereka punk atau bukan. Harapannya satu, mereka ingin tetap menebar elemen positif dalam kehidupan. Rocket Rockers dan musiknya adalah kendaraan atau media untuk menyampaikan semua itu. Sikap ini lah yang lantas yang menjadikan Rocket Rockers sebagai band yang berkarakter.

Minggu, 29 April 2012

Cerita Ras Bebas dari Rocket Rockers

Rocket Rockers, band asal Bandung yang sudah 6 tahun malang melintang di scene independen. Setelah mengikuti 7 kompilasi dan 1 album, tahun 2004 Rocket Rockers dengan Sony Music Entertainment Indonesia. Band yang juga disponsori oleh Volcom & Electric Sunglasses ini, sudah sangat dikenal di dunia skateboarding/surfing di Indonesia. Hal ini dikarenakan energi musik Rocket Rockers, sangat match dengan jenis olahraga tersebut. College Punk. Begitulah awal mulanya mereka mendeskripsikan musik mereka. Karena semua personel Rocket Rockers masih kuliah. Tidak terpaku dengan istilah itu, band ini justru menyatukan ide-ide dari 5 personil menjadi satu, sehingga karya mereka menjadi variatif tetapi  berada pada line yang sama. 

“Ras Bebas” Adalah album kedua Rocket Rockers. Di album ini, Rocket Rockers lebih melebarkan ramuan musiknya. Konsep yang semakin terarah, idealis dan serius; sangat terasa di setiap lagu. Lirik lagu “Ras Bebas” yang juga judul album, mengangkat tema yang lebih bermakna. Lagu ini mengajak pendengar untuk percaya dengan warna kulit sendiri yang tidak untuk mendikriminasikan ras lain. Karena tidaklah adil dan rentan konflik. Untuk itu, “Ras Bebas” memiliki makna: “Bahwa semua ras, bebas untuk membeli dan memiliki album ini tanpa ada batasan dan aturan yang mengekang“.

Album ini terdiri dari 15 lagu yang memiliki beragam tema. Seperti tema lingkungan pada lagu “My Sweater Gets Wet“, tema broken heart pada “Klassix“, “December 16th“, “Terdiam“, “Green Karma“, tema kritikan pada “Immorality President” dan “Bukan Solusi“, juga tema sosial pada “Save The Orphans“, menjadikan album Rocket Rockers kali ini lebih berbobot. Tidak sampai disitu, Rocket Rockers juga mendaur ulang lagu “Pesta” dari Elfa’s Singer dan tembang mereka sendiri “Tergila”  yang di ambil dari single dari album pertama. Menurut mereka, tahun 80’an merupakan influence terbesar dalam menciptakan lagu, sehingga single “Pesta” dipilih untuk didaur ulang. Pemilihan lagu ini merupakan pengungkapan bahwa Rocket Rockers tidak hanya dipengaruhi oleh satu jenis musik saja. Selain itu, juga ditujukan untuk me-rock-an musik pop dan menyambung sejarah dengan generasi sekarang yang belum tahu lagu yang pernah hits tersebut dan merepresentasikan kembali kepada generasi baru.
Cover album di desain oleh Made Blat, seorang seniman grafis asal Bali. Warna cover yang dominan pink, merupakan suatu ‘bentuk pemberontakan’ terhadap patern bahwa musik rock harus ‘hitam’. Dan mereka mendobraknya. Pink merupakan warna yang indentik dengan tahun 80’an yang penuh dengan shocking colors, juga merepresentasikan influence Rocket Rockers. Sedangkan gambar badan yang dibelit oleh pita kaset dan mencoba untuk dilepaskan, merupakan symbol, bahwa sudah tidak boleh ada lagi pengekangan bermusik di Indonesia. Ras Bebas adalah tentang energi pembebasan.
ROCKET ROCKERS HISTORY
Rocket Rockers lahir pada tahun 1998 dengan nama awal Immorality President (Firman guitar/voc, Aska guitar/voc, Bisma bass/voc, Doni drums), namun nama itu hanya berjalan sekitar 1 tahun saja, karena vokalis yang pertama keluar karena satu dan lain hal. Sehingga pada tahun 1999 para personelnya masih mencari vokalis, dan akhirnya mereka mendapatkan seseorang yang bernama Ucay yang baru saja keluar dari band skate rock terdahulunya New Kicks On The Board. Setelah Ucay masuk, nama Immorality President berubah menjadi Rocket Rockers dengan pertimbangan membuat image baru yang lebih fresh. Terciptalah Rocket Rockers dengan formasi awal: (Aska guitar/voc, Ucay vocal, Bisma bass/voc, Doni drums). Dengan formasi 4 personel, Rocket Rockers memulai dari bawah. Menjadi band seleksian untuk mendapatkan panggung, menjadi bagian paling memorable, dimana mereka merasakan jerih payah sulitnya mendapatkan panggung di kota sendiri (Bandung). Berbagai penolakan dari acara-acara yang dimasuki menjadi cambuk bagi mereka untuk terus keep on the line dan tidak mengikuti trend musik yang sedang hype waktu itu, karena musik yang Rocket Rockers bawakan masih jarang bergema di panggung-panggung bawah tanah dan pensi-pensi. Sampai akhirnya mereka membutuhkan 1 lagi personil untuk mengisi posisi guitar agar lebih harmoni. Lalu masuk Lope mengisi posisi rhythm. Dengan formasi berlima, merekapun mulai dikenal di berbagai acara kampus, pensi dan underground (walau Rocket Rockers tidak mengklaim diri sebagai band underground, karena mereka hanya ingin bermain musik, that’s it ). Namun mereka sangat dekat sekali dengan semua komunitas/scene independent dikotanya maupun diluar kota, sehingga banyak link yang mensupport propaganda mereka. Salah satunya dengan masuknya Rocket Rockers ke kompilasi-kompilasi seperti Fallen Angel, Still Punx, Still Sucks!, No Place To Get Fun, Bad Tunes And Some Ordinary Things, Ripple (Demo) #8, New Generation Calling, Hati Keccil (vcd bmx). Rocket Rockers juga sempat menjadi salah satu band pembuka Skin Of Tears (band punkrock asal Jerman) di Dago Tea House Bandung.
Sampai akhirnya pada tahun 2001 ketika mereka main di acara Bazzar SMU Taruna Bakti Bandung, aksi panggung mereka dilirik oleh Robin Malau (mantan gitaris band hardcore legendaris: Puppen). Robin pada waktu itu menawarkan Rocket Rockers untuk menjadi band perwakilan Volcom, karena Puppen yang pada saat itu disponsori oleh Volcom Indonesia akan bubar jalan. Kontan mereka cukup shock dengan penawaran tersebut, karena tidak menyangka sama sekali. Jalan sudah terbuka, dan mereka berpikir inilah saatnya untuk maju ke level berikutnya. Rocket Rockers-pun mulai dikenal di komunitas skateboard seiring seringnya mereka main di acara skateboarding seperti acara Volcom itu sendiri, kejuaraan Indonesia Skateboard Association (ISA), dll. Hampir sekitar 6 bulan jalan dengan di-endorse oleh Volcom, akhirnya Rocket Rockers resmi kontrak dengan Volcom Indonesia pada tanggal 1 Juni 2002. Belum sebulan setelah resmi kontrak dengan Volcom, Rocket Rockers juga mendapat kontrak sponsor dari produk kacamata skate/surf Electric sunglasses.
Pada bulan Agustus 2002 akhirnya Rocket Rockers mengeluarkan album pertamanya yang bertitle “Soundtrack For Your Life” dibawah label indie Off The Records. Album “Soundtrack For Your Life” cukup mendapatkan respon yang luar biasa dari berbagai kalangan. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors. Berbagai media masa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore terus meramaikan e-mail dan guestbook di website. Melihat demand yang semakin tinggi terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan profesional, sampai akhirnya bergabung dengan Soda Music Development bersama Burgerkill. Tata management yang rapih dan profesional sudah dilaksanakan Rocket Rockers untuk berbagai kepentingan seperti negosiasi acara, masuk kompilasi, soundtrack, merchandise, sponsorship sampai website.
Setelah album pertama sukses di pasaran hingga mencapai angka 10.000 copy lebih, bulan Agustus 2003 Rocket Rockers habis kontrak dengan Off The Records. Namun sayang, Off The Records tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada Rocket Rockers, malah semakin mis-komunikasi. Lalu di akhir 2003, Doni (drummer) resmi mengundurkan diri dari Rocket Rockers untuk menyelesaikan studi-nya. Posisi drum lalu di ganti oleh Ozom (Khrisna) dan menjadi personel tetap. Ozom sempat juga aktif membantu di beberapa band seperti Killed By Butterfly, Authority, Marvel, LBL, dll. Dengan modal seadanya akhirnya Rocket Rockers membuat 5 lagu demo live untuk merilis E.P mereka sendiri dengan records sendiri. Namun tanpa di duga, akhir tahun 2003 Sony Music memberikan tawaran untuk merilis album. Rocket Rockers akhirnya resmi kontrak 6 album dengan Sony Music. Sampai akhirnya keluarlah album ke 2 mereka yang ber-title “Ras Bebas” berisikan 15 lagu. Informasi terakhir, website Rocket Rockers juga sudah masuk ke dalam punkrock.org bersama band-band international lainnya.

Courtessy :